Tarif dan Kwalitas


Tulisan ini diambil dari Blog RiE dengan Judul asli…

Mengapa Saat Tarif Turun Kualitas Juga Turun ?!

Telekomunikasi di Indonesia belum mature, mengingat teledensitas di Indonesia baru sekitar 40%. masih sekitar 38.147 desa di Indonesia yang masih blankspot dan membutuhkan modal besar membangun infratsruktur telekomunikasi. Kalau saat ini sudah terganggu dengan penurunan tarif, kemudian muncul pula masalah pembangunan tower BTS dan masalah kepemilikan asing.

Dana pembangunan investasi yang besar tentunya dapat diperoleh dari investor namun pengembaliannya harus diperoleh dari pelanggan yang membayar pulsa telepon yang digunakan. Konsumen akan semakin bergairah dan bertambah apabila tarifnya terjangkau dan pelayanannya prima. Meski tarif murah tetapi kualitas layanan buruk, konsumen pasti akan bereaksi negatif bagi pertumbuhan industri telekomunikasi.

Masalahnya jika tarif diturunkan secara drastis seperti sekarang, maka secara otomatis pendapatan operator seluler juga turun drastis. Dengan turunnya tarif seluler secara drastis membuat trafik meningkat tajam, karena konsumen akan lebih banyak menelpon atau kirim sms, akibatnya jaringan tidak mampu menampung tingginya trafik. Untuk dapat menampung meningkatnya trafik akhir-akhir ini diperlukan penambahan kapasitas secepatnya, namun ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang lama.

Secara teknis, semua elemen komunikasi yang digunakan operator seluler saat ini , seperti : Mobile Switching Center (MSC), Base Station Subsystem (BSS), Base Transceiver Station (BTS) dan Base Station Controller (BSC) kapasitasnya sudah penuh. Selain itu transmisi penghubung diantara elemen
tersebut dan juga kapasitas transmisi interkoneksi antar operator juga penuh. Kepadatan tersebut diakibatkan karena tarif offnet yang lebih murah dan juga berubahnya pola trafik komunikasi harian dan tujuan (on net/off net), sebagai akibat banyaknya promo-promo yang ditawarkan.

Pada akhirnya rendahnya tarif telepon membuat kualitas pelayanan operator juga menurun seperti yang
konsumen hadapi saat ini. Semua ini terjadi karena Pemerintah tidak mencermati dan mengantisipasi dampak keputusan yang diambil terhadap kualitas dan kemampuan dari operator yang ada Apa Yang Harus Dilakukan Pemerintah ? Kita ketahui bersama bahwa dari 10
operator yang ada hanya ada 3 – 4 operator yang sudah mapan dan berjangkauan nasional, sisanya belum dan sudah “ngos-ngosan” . Kehancuran industri telekomunikasi sudah ada didepan mata sejak munculnya Keputusan KPPU yang tidak masuk akal, dimana Telkomsel diwajibkan untuk menurunkan tarifnya sebesar 15%.

Bagaimana mungkin sebuah market leader harus menurunkan tarifnya ? Kalau itu terjadi pasti operator lain, khususnya yang kecil harus ikut turun dan dijamin tak lama kemudian akan bangkrut.

Keputusan kontroversial KPPU tersebut juga berdampak pada munculnya gugatan kelompok atau class action di beberapa daerah (Bekasi dan Tangerang) dengan alasan selama ini konsumen sudah dibohongi
oleh operator. Gugatan class action dapat menjadi hambatan dan gangguan sangat besar bagi pelaksanaan bisnis telekomunikasi di Indonesia, terutama dari kepastian hukum berusaha. Akibatnya, perencanaan investasi yang sudah diputuskan dengan jangka panjang mulai goyah karena isu ketidakpastian dari sisi jaminan hukum.

Selain Keputusan KPPU yang kontroversial tersebut, baru-baru ini muncul Keputusan Menteri Komunikasi dan Informasi melalui Permen Kominfo No. 2/2008 yang menyatakan bahwa kepemilikan, pengelolaan dan penyewaan tower harus dilakukan oleh investor domestik (100%), sedangkan dalam Peraturan Presiden No. 111/2007 tentang Daftar Negatif Investasi (DNI) tidak diatur. Apakah Permen bisa melangkahi Perpres ? Seharusnya tidak ! Sekali lagi investor telekomunikasi bingung dan ini akan berdampak pada pertumbuhan sektor telekomunikasi Indonesia kedepan.

Sebagai regulator, sebaiknya Departemen Komunikasi dan Informasi bersama Badan Regulasi telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengkaji secara rinci sebelum menetapkan besaran tarif atau besaran turunnya tarif. Pemerintah harus mengkaji dampak dari penurunan setiap 1 persen tariff-tarif seluler
terhadap kemampuan operator dan konsumen. Dari data tersebut seharusnya bisa diketahui berapa besaran tarif yang cocok untuk setiap komponen berkomunikasi secara wireless atau seluler.

Kesimpulan

Nasi sudah menjadi bubur, namun Pemerintah harus dapat meyakinkan operator, konsumen dan investor bahwa Pemerintah akan segera mengeluarkan peraturan lain yang dapat memberikan kesejukan dan kemajuan sektor telekomunikasi. Untuk KPPU sebaiknya tidak lagi memutuskan sesuatu yang pada akhirnya akan menyusahkan konsumen karena kualitas terabaikan dan akan
meningkatkan pengangguran. Harga boleh murah tetapi kualitas harus prima. Ingat bahwa telekomunikasi masih menjadi salah satu penyedia lapangan pekerjaan terbesar di Indonesia saat ini, baik yang langsung maupun tidak.

Kepada teman-teman LSM juga harus melihatnya lebih arif dan kembali mendesak Pemerintah
agar berbagai aturan yang dikeluarkan harus mengakomodasi kepentingan publik, investor dan Pemerintah, bukan hanya berpihak pada kepentingan kelompok tertentu saja.

Salam !
Penulis, Agus Pambagio
Pemerhati Kebijakan Publik
dan Perlindungan Konsumen.

Comments

  1. Superbly ilntlinauimg data here, thanks!

  2. Mi-am petrecut copilăria printre asemenea înaripate, peste sută lejer. Taică-meu a avut boala asta. ÃŽncă mai e un strat de zece centimetri de găinaÅ£ în pod – nu mai zic în fostul coteÅ£ dedicat lor. CredeÅ£i-mă cînd vă spun că – pe cît de drăgălaÅŸe par păsările astea de la distanţă ÅŸi oricît de mult simbolism s-ar Å£ese pe marginea gingăşiei lor – atunci cînd Å£i-s curtea, tabla de pe casă ÅŸi rufele puse la uscat pline de droppings, îţi vine să te duci o mie de ani!

  3. Robin – sooo jealous of your word count! I better get my butt moving so I’ve got something more exciting to post next week :DChristine – yes, devouring other people’s work often prods my own a bit 🙂 And it is my favorite way to relax :)And Elana – wahoo!!! my own, decorated pink papered notebook? I definitely won’t be able to resist writing in that 😀

  4. / Good site you have here.. It’s hard to find good quality writing like yours nowadays. I really appreciate people like you! Take care!!

Speak Your Mind

*