Apotik Besar VS Apotik Kecil

Bila kita masih memperhatikan harga dalam membeli sesuatu mungkin cerita saya ini akan bermanfaat buat anda, tapi kalaulah harga bukan masalah lagi saat anda belanja sesuatu, cerita ini hanyalah cerita biasa.

Cerita ini berawal dari pindahnya kami berlangganan dokter anak, setelah istri saya melahirkan tgl 19 Januari 2010. dari pihak rumah sakit telah menunjuk dokte anak dengan inisial AH yang menjadi dokter untuk buah hati saya, baru satu kali kunjungan waktu itu anak saya berumur satu minggu sesuai jadwal yang diberikan untuk imunisasi pertama (saya lupa imunisasi apa) istri saya sudah merasa kurang puas dengan pelayananya. Akhirnya kami pindah langganan dokter anak ke dokter dengan inisial R yang merupakan rekomendasi dari teman kami. Tampak dengan dokte R ini kami merasakan suatu pelayanan yang sangat-sangat menyenangkan ditambah lagi biayanya sedikit lebih murah dibandingkan dengan dokter AH menurut saya selisih 30rb untuk 1x imunisasi kan lumayan.

Dari sinilah perbedaan apotik besar dan apotik besar berawal (menurut analisa saya pribadi), waktu kami imunisasi yang kedua saat itu umur anak saya 1 bulan istri saya sempat mengkolsultasikan tentang bintik merah yang ada di pipi anak saya, dokter R bilang itu biasa untuk seorang bayi karena pengaruh air susu pada saat si ibu sedang menyusui, sayapun sependapat dengan sang dokter. Tapi istri saya sempat tanya ke doktet kalu sekiranya ada obatnya dan dokterpun memberikan resep sebuah cream yang awalnya saya tidak tahu namanya, karena saat apoteker memberikan creamnya memang dikemas dengan kemasan tanpa merk kemasanya seperti kemasan minyak rambut. Ternyata harga cream tersebut tidaklah mahal untuk khasiat yang dimilikinya hanya dengan satu hari oles saja bintik merah di pipi anak saya besoknya langsung hilang, jangankan 45rb 100rb pun saya anggap wajar untuk cream yang se paten itu.

Karena istri saya sampai saat ini umur anak saya sudah memasuki bulan ke dua masih menyusui (ekslusif) sehingga efek air susu akan selalu berpengaruh ke pipi anak saya yang artinya harus selalu diolesin cream tanpa nama tersebut setiap selesai mandi walaupun tidak setiap hari, di imunisasi kedua yang kata dokte R anak saya sudah ketinggalan 1 jenis imunisasi yang seharusnya telah diberikan di usia 0 sampai 12 jam tapi dokter anak yang ditunjuk oleh pihak rumah sakit dimana istri saya numpang pesalinan tidak memberikanya, syukur alhamdulillah kesehatan anak saya baik, pada kali ini anak saya mendapatkan imunisasi 3 in 1 (sekali suntik 3 vaksin yang dimasukkan), imunisasi sekarang sudah ada pilihan ; dengan panas atau tidak dengan panas dokter R pun menawarkannya, untuk yang tidak ada efek panasnya harganya lebih mahal dibandingkan dengan yang ada efek panasnya, kami pun memilih yang tanpa efek panas.

Dikesempatan ini juga istri saya mintak buatkan resep untuk cream serupa seperti yang telah digunakan selama ini sambil tanya ke dokter R bisa nggak cream ini di beli diluar, mengingat dari kemasanya tidak ada nama sama sekali, dya bilang bisa dan nanti dibuatkan saja copy resepnya, barulah belanag diketahui bahwa nama cream tersebut adalah mustella.

Kejadian aneh saat saya akan membelinya di apotik lain, karena cream yang kedua ini telah habis terpakai semua, sayapun berniat untuk membelinya di apotik terbesar di kota tempat saya tinggal karena kebetulan tenpatnya saya lewati waktu pulang kerja, tanpa ragu saya memberikan resep tersebut dan menyiapkan uang 50rb karena saya sudah dua kali membelinya dengan harga 45rb.

Betapa kagetnya saya setelah ke kasir mereka bilang harganya 444rb, sayapun meminta di cek ulang apa tidak salah harganya sampai 4ratusan ribu begitu, setelah di cek berulang-ulang tetap yang keluar Mustella 10gr dengan harga 444rb, akhirnya saya membatalkan nebus resep tersebut, ini adalah apotik terbesar yang buka 24jam dengan inisial nama apotik E.

Saya juga mencoba mampir ke apoti lain yang arahnya masih satu jalu dari tempat saya bekerja dan apotik E yang sebelumnya, apotik ini bernama inisial EW, tapi sayangnya mereka tidak punya stok cream Mustella 10gr, tapi sempat saya tanya harganya sekitar berapa, apotekernya bilang sekitar 300an ribu, dalam hati saya ngebatin ; kok mahal sekali ya, padahal saya sudah 2x beli dengan harga 45rb.

Terakhir saya mampir di apoti K dimana tempat praktek dokter kandungan tempat kami berlangganan wkatu istri saya masih mengandung, tapi apa yang saya temukan, di apotik ini pun harganya 300rb, kalaupun harganya dengan kisaran segitu artinya sudah ada selisih harga yang cukup signifikan antara apotik tebesar di kota saya tinggal dengan apotik lainya yang tidak besar-besar amat. Sayapun mengurungkan niat membeli cream di apotik K.

Setelah meninggalkan apotik K saya merencanakan untuk membelinya di apotik A tempat dokter R praktek, besok saja mengingat saat itu sudah malam dan arah apotik A tersebut tidak satu jalur dengan rumah saya.

Tapi di jalan saya disesaki rasa penasaran yang luar biasa; apa mungkin ini resep salah tulis, atau cream yang dimaksud ini berbeda, akhirnya saya tancap gas menuju apotik A, dari pada menunggu besok penasaranya akan bertambah lama, sampai di apotik A saya langsung berikan resep tersebut dan cream mustella 10gr pun saya dapatkan dengan harga sepeti sebelumnya 45rb.

Saya pun pulang dengan hati senang, tenang dan tidak penasaran lagi. Saya berpikir apa ini yang dimaksud obat generik.

Jadi kesimpulanya harus teliti dan berhati-hati dalam membeli obat dengan resep dokter, kalau kita masih memperhitungkan harga dalam berbelanja, bayangkan saja untuk barang yang sama, merek sama ukuran sama yang satu harga 444rb di apotik terbesar, yang satu 300rb di apoti biasa, yang satu 45rb di apotik kecil.

Speak Your Mind

*